Peppermint merupakan tanaman aromatik serbaguna yang telah dimanfaatkan selama berabad-abad, baik sebagai penyedap rasa dalam kuliner maupun sebagai bahan pengobatan tradisional.
Jika di lihat dari segi ilmu biologi, peppermint adalah hasil persilangan alami antara water mint (mint air) dan spearmint. Menurut Office of Dietary Supplements (ODS), peppermint tergolong tanaman yang memiliki khasiat terapeutik atau medis.
Tanaman ini tersedia dalam berbagai bentuk, namun yang paling umum digunakan adalah teh herbal dan minyak esensial. Keduanya memberikan manfaat berbeda bagi tubuh. Teh peppermint relatif aman untuk dikonsumsi sehari-hari, sementara minyak peppermint memiliki konsentrasi tinggi sehingga penggunaannya perlu kehati-hatian ekstra. Keamanan serta potensi efek samping sangat bergantung pada dosis dan cara pemakaiannya.
5 Manfaat Peppermint untuk Kesehatan
Peppermint dikenal efektif membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga sakit kepala, seperti dilansir dari Everyday Health. Berikut manfaatnya:
Meredakan gangguan pencernaan dan IBS
Minyak peppermint sering digunakan untuk membantu mengurangi gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS) seperti kembung, gas, diare, dan nyeri perut. American College of Gastroenterology merekomendasikan kapsul minyak peppermint berlapis enterik agar zat aktifnya langsung bekerja di usus halus dan meminimalkan efek samping.
Membantu melonggarkan saluran pernapasan
Kandungan mentol dalam teh peppermint atau minyak peppermint yang telah diencerkan dapat membantu melegakan hidung tersumbat dan saluran pernapasan.
Merelaksasi otot kerongkongan
Konsumsi beberapa tetes minyak peppermint yang telah dilarutkan dalam air dapat membantu meredakan kejang esofagus dengan cara merelaksasi otot kerongkongan.
Mengurangi mual
Pada pasien yang menjalani kemoterapi, penggunaan peppermint dalam bentuk aromaterapi atau konsumsi ekstraknya dalam jumlah kecil dapat membantu mengurangi mual dan muntah.
Meringankan sakit kepala
Penelitian tahun 2023 menunjukkan bahwa mengoleskan minyak peppermint yang telah diencerkan pada area pelipis dapat membantu meredakan sakit kepala.
Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
Meski bermanfaat, konsumsi peppermint dalam dosis tinggi dapat memperburuk kondisi tertentu. Penderita asam lambung atau heartburn disarankan berhati-hati karena peppermint dapat memicu gejala tersebut.
Efek samping yang jarang terjadi namun perlu diperhatikan antara lain:
- Reaksi alergi atau ruam kulit yang gatal
- Pusing
- Tremor atau gangguan otot
- Detak jantung melambat (bradikardia)
Perlu diketahui, terdapat perbedaan penting antara minyak peppermint kategori makanan dan minyak esensial untuk aromaterapi. Minyak esensial yang digunakan untuk diffuser tidak boleh dikonsumsi secara langsung karena berpotensi bersifat racun.
Sebagai langkah pencegahan, ODS menyarankan agar pengguna selalu mengikuti petunjuk pada kemasan dan tidak melebihi dosis yang dianjurkan. Konsultasi dengan tenaga medis sangat disarankan sebelum menggunakan suplemen peppermint, terutama untuk menghindari risiko interaksi obat atau efek samping yang tidak diinginkan. Tuna55