Raja Juli Antoni Tegaskan Jokowi Belum Resmi Masuk PSI – Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI),
Raja Juli Antoni, menyebut kehadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI sebagai suntikan semangat baru
bagi kader di seluruh Indonesia. Momen tersebut dinilai memperkuat optimisme partai untuk menatap kontestasi politik ke depan,
termasuk target perolehan kursi signifikan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada 2029.
Raja Juli menilai pesan politik Jokowi dalam pidatonya bersifat terbuka dan kuat, meski belum secara formal bergabung dengan PSI.
Ia menafsirkan pernyataan itu sebagai ajakan kepada relawan dan pemilih Jokowi agar ikut berkontribusi membesarkan PSI,
baik sebagai anggota, pengurus, maupun relawan di tingkat akar rumput.
Ajakan Bergabung dan Kelanjutan Gaya Kepemimpinan
Menurut Raja Juli, gaya kepemimpinan Jokowi yang dinilai berhasil dan masih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat
sejalan dengan nilai perjuangan PSI. Partai ini, kata dia, menjadi ruang bagi siapa pun yang ingin melanjutkan semangat
kerja nyata dan keberpihakan kepada rakyat melalui jalur politik.
Ia menegaskan bahwa meskipun Jokowi belum terdaftar secara resmi sebagai kader, pesan yang disampaikan
sudah cukup jelas mengajak para pendukungnya untuk merapat. Hal ini diyakini dapat memperluas basis dukungan PSI secara nasional.
Komitmen Jokowi dan Penguatan Jaringan Partai
Dalam Rakernas PSI yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Jokowi menyatakan kesiapannya untuk ikut berjuang membesarkan PSI.
Ia menegaskan akan bekerja keras bersama kader jika partai menunjukkan dedikasi penuh dalam perjuangan politik.
Jokowi juga menekankan pentingnya Tuna55 memperkuat jaringan partai, baik melalui media sosial maupun organisasi luring hingga tingkat desa.
Menurutnya, keterbukaan PSI sebagai “partai super Tbk” harus diiringi dengan
toleransi, kesolidan, dan persatuan agar keberagaman tidak berubah menjadi konflik internal.