You are currently viewing Sinopsis Film Sebelum Dijemput Nenek, Peran Kembar Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto Curi Perhatian

Sinopsis Film Sebelum Dijemput Nenek, Peran Kembar Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto Curi Perhatian

Rapi Films resmi memperkenalkan film terbarunya berjudul Sebelum Dijemput Nenek melalui perilisan poster dan trailer. Mengusung genre horor-komedi, film arahan sutradara Fajar Martha Santosa ini menghadirkan kombinasi cerita mistis dan humor segar, dengan Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto dipercaya memerankan dua saudara kembar.

Cerita berfokus pada Hestu dan Akbar, saudara kembar yang tumbuh bersama namun memilih jalan hidup yang sangat berbeda. Hestu memilih meninggalkan kampung halaman demi mengejar kehidupan di kota, bahkan memutus komunikasi dengan keluarganya. Sebaliknya, Akbar tetap tinggal di desa untuk merawat nenek mereka yang telah membesarkan sejak kecil.

Konflik bermula ketika Hestu bersumpah tidak akan pulang sebelum sang nenek meninggal dunia. Ucapan tersebut justru menjadi kenyataan pahit. Sang nenek meninggal tepat pada waktu yang dipercaya sakral: Sabtu Wage, bulan keenam, tanggal enam, pukul enam.

Dalam kepercayaan setempat, kematian di waktu tersebut dipercaya membuat arwah tidak tenang dan akan gentayangan hingga menemukan pendamping ke alam baka. Teror pun dimulai ketika arwah sang nenek mulai mengejar Hestu dan Akbar. Keduanya hanya diberi waktu tujuh hari untuk mencari pengganti, sebelum mereka sendiri dijemput.

Kolaborasi Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto sebagai saudara kembar menjadi daya tarik utama film ini. Sebelum Dijemput Nenek juga menjadi pengalaman perdana bagi Angga Yunanda bermain dalam genre horor-komedi.

Aku langsung menerima tawaran ini tanpa banyak pertimbangan. Aku ingin menunjukkan bahwa aku tidak hanya mengandalkan penampilan, tapi juga bisa bermain komedi, ungkap Angga Yunanda.

Komedi Jadi Ajang Pembuktian

Dodit Mulyanto turut melihat film ini sebagai ruang pembuktian diri. Dengan gaya khasnya, Dodit menyebut perannya sebagai kesempatan untuk menunjukkan sisi lain dari dirinya, bukan hanya sebagai komedian, tetapi juga aktor yang mampu membangun karakter secara utuh.

Film ini diproduksi oleh Rapi Films, rumah produksi yang dikenal konsisten menggarap film horor-komedi dengan sentuhan budaya lokal dan keseharian masyarakat Indonesia. Pendekatan tersebut kembali digunakan dalam Sebelum Dijemput Nenek, namun dengan nuansa emosional yang lebih kuat.

Selain Hestu dan Akbar, film ini juga menghadirkan karakter Nisa dan Kotrek yang memperkaya dinamika cerita. Perpaduan konflik keluarga, mitos kematian, serta humor situasional membuat film ini tak hanya menegangkan, tetapi juga menghibur.

Cerita ini tentang Tuna55 dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kami ingin penonton bisa tertawa di tengah ketegangan, sekaligus merasakan emosi yang muncul dari hubungan keluarga, ujar sang sutradara.

Komitmen Angkat Talenta Baru

Produser Rapi Films, Sunil Samtani, menyampaikan bahwa film ini juga menjadi bagian dari komitmen mereka untuk terus menghadirkan karya yang segar sekaligus memberi kesempatan kepada sineas muda.

Kami ingin terus menyuguhkan hiburan yang menyenangkan sekaligus membuka ruang bagi talenta baru untuk berkembang. Harapannya, Sebelum Dijemput Nenek bisa menjadi tontonan yang berkesan dan menghibur penonton, ujarnya dalam keterangan tertulis.

Leave a Reply